0° 01' 59" LU · Kalimantan Barat, Indonesia
Pontianak
Filosofi Kota
Est. 1771 MAwak datang, kamek sambot
Pontianak bukan sekadar ibu kota provinsi. Ia adalah simpul pertemuan tiga peradaban besar — Melayu yang agung, Dayak yang sakral, dan Tionghoa yang dinamis — yang telah berpadu selama lebih dari dua abad.
Ungkapan sambutan khas masyarakat Melayu Pontianak — hangat, tulus, dan selalu terbuka untuk siapa pun yang datang.
Jelajahi BudayaTiga Peradaban
Kebudayaan
yang Menyatu
Tiga etnis besar yang hidup berdampingan lebih dari dua abad, membentuk identitas Pontianak yang unik di Nusantara.
Warisan Arsitektur
Landmark
Ikonik
Lima situs bersejarah yang membentuk wajah dan jiwa Kota Pontianak dari masa ke masa.
Tugu Khatulistiwa
Monumen penanda garis 0° lintang utara yang dibangun sejak 1928. Setiap equinox, bayangan hilang tepat sebentar — fenomena unik dua kali setahun.
Keraton Kadriyah
Istana Kesultanan Pontianak yang dibangun 1771 M masih berdiri megah. Arsitektur Melayu-Bugis dengan artefak kerajaan yang terawat hingga kini.
Masjid Jami' Sultan Syarif
Masjid bersejarah abad ke-18 di tepi Sungai Kapuas. Arsitekturnya memadukan gaya Melayu, Arab, dan Eropa dalam satu bangunan sakral yang menawan.
Museum Provinsi Kalbar
Menyimpan artefak Dayak, Melayu, dan Tionghoa yang komprehensif — dari perhiasan kerajaan hingga instrumen musik tradisional yang langka.
Sungai Kapuas
Sungai terpanjang di Indonesia sepanjang 1.143 km. Nadi kehidupan Pontianak dan saksi bisu peradaban yang mengalir sejak berabad-abad lalu.
Tradisi & Ritual
Adat
Istiadat
Warisan tradisi yang dijaga selama berabad-abad, menjadi penanda identitas yang tak tergantikan dalam kehidupan masyarakat Pontianak.
Tari Zapin Melayu
Seni PertunjukanTarian khas Melayu yang memadukan gerak penuh kelembutan dengan iringan gambus dan marawis.
Tari Jepin Tembung
Seni PertunjukanVariasi tari tradisional dengan properti parang yang dimainkan secara artistik, mencerminkan keberanian pejuang Melayu.
Upacara Robo-Robo
Ritual & UpacaraTradisi tahunan masyarakat Mempawah menyambut kedatangan leluhur Opu Daeng Menambon dengan parade sungai yang megah.
Gawai Dayak
Ritual & UpacaraFestival panen terbesar masyarakat Dayak dirayakan dengan tari-tarian, musik sape, dan ritual adat yang sakral.
Perkawinan Adat
Adat PerkawinanProsesi sakral kaya simbolisme — dari akad nikah, bersanding, hingga mandi-mandi — diwariskan turun-temurun generasi.
Cita Rasa Kota
Kuliner
Legendaris
Lima sajian yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Pontianak — diwariskan lintas generasi dan lintas budaya.
Bubur Pedas
Melayu
Bubur khas Melayu Pontianak yang kaya rempah — perpaduan berbagai jenis sayuran, ikan, dan bumbu yang dimasak melebur menjadi sajian hangat.
Mie Tiaw
Tionghoa Peranakan
Mi pipih goreng khas Pontianak dengan cita rasa yang tak tertandingi. Disajikan dengan tauge, telur, dan kecap manis yang karamel sempurna.
Chai Kwe
Tionghoa
Kue kukus tipis berbahan tepung beras dengan isian bengkoang, kucai, atau udang. Sajian sarapan legendaris Pontianak sejak lebih dua abad silam.
Pengkang
Melayu
Ketan berisi udang atau ebi yang dibungkus daun pisang dan dibakar. Aroma asap dan gurihnya udang menjadikan pengkang camilan ikonik tepian Kapuas.
Kalender Budaya
Festival & Perayaan
Potret Kota
Galeri
Visual
Potret kehidupan dan keindahan Kota Pontianak — dari senja sungai, festival budaya, hingga warisan arsitektur bersejarah.
Koleksi
Etnis
Cerita
Setiap sudut kota
menyimpan cerita.
Ke Kota Khatulistiwa
Rasakan Sendiri
Pesona Pontianak
Kota yang berdiri tepat di garis khatulistiwa, tempat tiga peradaban besar bertemu dan menyatu dalam harmoni yang tak tertandingi.
0° 01' 59" LU · 109° 20' 00" BT